Speak Up | Ngomong Atuh




Sudah enam tahun berlalu saya bekerja disebuah perusahaan yang dimana pemiliknya bukan orang asli Sunda meskipun saya masih tinggal di kota Kembang ini(bukan penjual dipidi) Selama bekerja tentunya perlu berkomunikasi, dan bahasa utama yang saya gunakan untuk berkomunikasi dan koordinasi pekerjaan adalah tentunya tidak lain dan tidak bukan ialah bahasa Indonesia itu sendiri, apalagi dulu posisi saya sebagai Customer Service yang dimana harus dituntut berkomunikasi dengan baik, benar dan formal."Sampai sampai, banyak konsumen yang beranggapan bahwa layanan tanya jawab SMS center kami adalah dijawab oleh seorang Robot(eh robot bukan manusia yah, maksudnya oleh se onggok Robot), karena bahasanya aneh ditbaca atau formal banget, haduuuuh.... segitunya saya dikira robot, wakakaka".

Seiring berjalannya waktu, saya mulai terbiasa nih berbahasa Indonesia dengan rapih dan kalem/santai, kalau nongkrong jumpa temen-temen mulai dibiasakan sundulah sundulan bahasa Indonesia, misal:

abc: Hey, mam mau kemana?
xyz: Oh, ini kawan saya mau ke depan membeli sebuah minuman ringan
abc: oh, lanjut-lanjut
xyz: baik, kamu sendiri mau kemana Asep?
abc: oh ieu urang oge rek meuli cai herang da
xys: oh baik-baik kalau begitu, mari ya Sep
abc: Sip lah
#!?!?!?!?!?!!

    bla bla bla bla, begitu seterusnya. Sampai bertemu teman-teman pesepeda yang banyak juga berasal dari luar kota Bandung, dari ini bercampur lagi dengan penggantian kata Saya menjadi Gue, dan begitu seterusnya....(btw, bos saya juga kalau ngobrol sama timnya di kantor selalu bilang kata gue, tapi dia engga pernah bilang ke timnya elu atau lo, bos gue emang terbaaks dah bisa memilah dan milih kata-kata yang tepat)
Eh ternyata saya gak sadar seiring berjalannya waktu saya mulai mengurangi penggunaan basa Sunda untuk berkomunikasi, khususnya ke orang dewasa, karena basa Sunda saya untuk komunikasi dengan teman-teman sebaya cukup kasar. Jadi setiap bertemu dengan orang yang lebih tua, yah.. gue sapa pakai bahasa Indonesia.

Namun suatu hari gue ngalamin rasa yang tak pernah ada sebelumnya. Gue malah lebih sering berhadapan dengan orang yang lebih tua yang dimana mereka tidak bisa berbahasa Indonesia yang lancar, tapi pakai basa Sundanya halus banget. Lidah gue mulai kelu, setiap berhadapan pada situasi yang sama, gue malah cuman bisa senyum-senyum doang, atau cuman bisa bilang iya bu, iya pak, senyum; betul bu, betul pak, senyum; yang mana nih pak, oh yang itu, senyum.
Jadi gue kayak Alien(konon dlm beberapa film alien kagak bisa ngomong, ada juga ngomongnya pakai tinta kayak gurita tapi melayang-layang diudara dan nemplok di jendela, hem hem hem film) yups Alien yang engga bisa ngomong sama pribumi, Ough.....

Dari situ saya mulai berpikir, gue harus berubah dan belajar lagi dalam berbahasa agar bisa menyesuaikan dengan kondisi di masyarakat. Saya mulai berselancar(sorry anak milenial yg dulu main friendster, ngomongnya berselancar yah bukan gugling, wkwkwk) di Internet dan menemukan sebuah site dengan alamat salamadian.com blog ini cukup baik untuk belajar tata bahasa. So jika ada kesempatan lain nanti gue update pada postingan berikutnya. Dan juga dengan penambahan artikel basa sunda yang lembut kayak hati gue.

Hatur Nuhun yah sudah membaca artikel yang ini dan tolong baca artikel yang itu juga.





Powered by Blogger.